Hi, friends! Welcome to Cutie Bloggie. Have fun in this blog. Please follow and comments :)
Tampilkan postingan dengan label Girl's Channel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Girl's Channel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2012

Kalau Tinggi dan Berat Badan Tidak Proposional

 Masalah berat dan tinggi badan yang kurang proporsional kadang membuat kita kurang percaya diri. Adakalanya kita ingin menambah tinggi badan dengan cepat dan melakukan diet untuk kurus. Namun, di usia kita yang masih anak-anak bagaimana cara melakukannya, ya?

Jika ingin tubuh kita lebih tinggi, jangan lupa untuk selalu berolahraga dan makan makanan yang cukup 
nutrisinya. Menstruasi sebenarnya juga mempengaruhi, lho! Kita juga masih dalam tahap pertumbuhan. Jangan terlalu drastis menurunkan berat badan bila kita merasa kelebihan berat badan, karena diet yang tidak benar justru berbahaya bagi tubuh. Aturlah diet, makan sesuai kebutuhan kalori tubuh kita. Namun, perlu juga diingat, tinggi badan juga sangat dipengaruhi faktor genetik (keturunan), yaitu tinggi ayah dan ibumu.

Untuk perhitungan kalori dan perkiraan tinggi badan pada usia dewasa, kita dapat bertanya kepada dokter anak terdekat. Nah, yang terpenting adalah menjaga agar tubuh kita selalu sehat!
*girls kidnesia*

Sabtu, 20 Oktober 2012

Bila Teman Suka Menyontek

Girls, musim ujian seperti ini kamu pernah menghadapi teman yang suka menyontek? Hmm, bagaimana ya cara menghadapi teman seperti ini?

Memang, terkadang kita menghadapi teman seperti ini. Rasanya pasti sebal sekali. Apalagi jika teman yang menyontek itu mendapatkan nilai yang lebih bagus dari kita. Sungguh tidak adil rasanya, ya.

Nah,  cobalah jadikan ketidakadilan itu sebagai motivasi agar kamu bisa menjadi lebih baik daripada temanmu yang suka menyontek itu. Belajarlah lebih rajin lagi dan kuasai pelajaran dengan baik, agar nilaimu jauh melebihi dia.

Oh ya, tunjukkan pula bahwa tanpa menyontek, kamu bisa mendapatkan nilai bagus. Bila suatu saat temanmu itu ingin menyontek darimu, jangan pernah kamu beri kesempatan, ya. Sebab, dia harus berusaha dengan kemampuannya sendiri. Girls, menyontek adalah perbuatan yang tidak baik dan tidak dapat dibiarkan. Kita harus selalu berbuat jujur ya, di mana pun dan kapan pun. 

*girls.kidnesia.com*

Senin, 15 Oktober 2012

Tips Menyanyi Di Depan Publik

 Girls, kita tentu pernah diminta tampil menyanyi di depan kelas atau di hadapan publik. Hmm...apakah saat itu muncul rasa deg-degan atau nggak pede pada diri kita? Nah, mulai sekarang nggak perlu lagi muncul rasa seperti itu, karena ada tips berikut ini! 

Menatap yang paling akrab
Supaya kita bisa menyanyi dengan lancar dan merdu di depan banyak orang, modal utamanya adalah pede alias percaya diri. Nah, supaya rasa pede kita muncul saat tampil, tatap saja wajah orang yang paling akrab dan dekat dengan kita. Dengan melihat wajah dan senyumannya yang hangat, kita pun jadi tenang dan akan terpacu untuk tampil sebaik mungkin.

Perhatikan pengambilan napas
Kalau sudah pede, kini saatnya kita mengatur strategi untuk menyanyi. Perhatikan pengambilan napas kita, jangan sampai terengah-engah atau kehabisan napas di tengah bait lagu, karena nanti bisa terdengar aneh 
atau sumbang.

Oh ya, napas yang kita keluarkan sebaiknya berasal dari otot-otot diafragma, yang terletak di antara dada dan perut kita.

Jika lagu yang kita nyanyikan kebetulan bernada tinggi, lebih baik gunakan suara dari hasil tekanan perut, bukan dari tekanan leher. Sebab, suara dari tekanan leher hasilnya seperti orang yang sedang berteriak-
teriak.

Anggap diri sebagai bintang
Kita tentu sering kagum melihat penampilan keren para bintang favorit saat menyanyi di atas panggung. Nah, ketika kita diminta menyanyi di depan banyak orang, nggak ada salahnya dong, kita narsis sedikit dan menganggap diri kita juga seperti bintang yang sedang tampil di atas panggung. Sebelum tampil, ucapkan terus dalam hati, “Inilah kesempatan emas bagiku untuk tampil sebaik mungkin.” Percaya deh, rasa pede kita 
pun akan muncul!

Coba menghayati isi lagu
Sebelum menyanyi, coba kita cermati dulu apa isi lagu yang akan kita nyanyikan. Coba kita pahami dan rasakan, apa kira-kira maksud dari si pencipta lagu atau si penulis lirik lagu tersebut. Hal itu bisa membuat kita menghayati isi sebuah lagu. Jika menyanyikan lagu dengan penghayatan yang tepat, kita pun akan tampil sempurna dan makin membangkitkan rasa pede kita.

Ingat, lagu yang dibawakan dengan penuh penghayatan akan terdengar lebih merdu. Sebab, kita benar-benar mengetahui “jiwa” atau “ruh” dari lagu tersebut. Sebuah lagu jika tidak dihayati maknanya, akan terdengar datar tanpa ekspresi. Sebaliknya, jika dihayati, kita bisa menyanyikannya secara ekspresif dan merdu mendayu. Orang yang mendengarkannya pun akan terhanyut dengan nyanyian kita.

*(girls.kidnesia.com)*

Sabtu, 13 Oktober 2012

Kalau Teman Suka Pinjam Catatan

 Mungkin saja lho, ada teman yang nggak pernah mencatat pelajaran karena dia mungkin menganggap enteng pelajaran. Biasanya tuh, setiap kali pelajaran usai, dia selalu meminjam catatan kita untuk disalinnya di rumah. Bahkan, mungkin bukan untuk disalin tapi untuk difotokopi. Bagaimana caranya, ya,  supaya kita bisa menolak secara halus untuk tidak meminjamkan catatan kepadanya?

Kadang kita merasa risih bila catatan terus dipinjam. Nggak apa-apa, kok. Kita juga punya alasan, lho... Misalnya saja sepulang sekolah kita ingin segera mempelajari catatan. Namun sepertinya yang utama adalah kita takut jika catatanmu menjadi rusak dan tidak rapi lagi karena terus dipinjam.

Kalau kita merasa keberatan jika catatan dipinjam, kenapa nggak terus terang saja berbicara kepada teman itu? Katakan penolakan itu dengan disertai alasan.  Misalnya, kiuta harus mempelajari isi catatan di rumah. Atau bilang saja kalau biasanya mama atau papa selalu memeriksa catatan sehingga kita harus selalu menunjukkannya kepada mereka. Dengan alasan yang masuk akal itu, pasti, deh, temanmu tidak memiliki alasan lagi untuk meminjam catatan.

Eh, bukan tak mungkin teman kita itu terus memaksa, lho.  Kalau begitu, kita bisa mengajukan syarat kepadanya. Misalnya catatan itu tidak boleh dibawa pulang, atau tidak boleh sampai rusak maupun kotor. Dan jika syarat itu dilanggar, kita tidak akan mau meminjamkan catatan lagi.

*(www.girls.kidnesia.com)*

"KW" Atau Asli? Tips Memilih Merek

 Sesuaikan dengan diri kita
Setiap barang bermerek, tentu memiliki kekhasan tersendiri. Baik kekhasan dalam desainnya, bentuknya, maupun warnanya. Jadi, nggak ada salahnya ketika memilih barang pun kita lihat dulu kekhasan merek 
tersebut, lalu sesuaikan dengan diri kita, cocok atau nggak.

Contohnya, kalau kita termasuk cewek kalem, sebaiknya kita pilih merek suatu barang yang desain dan bentuknya sederhana, atau yang warnanya soft. Sebaliknya, kalau kita termasuk cewek periang, kita bisa memilih merek barang yang kekhasan desain maupun bentuknya dinamis, dan warnanya pun nge-jreng.

Jangan lihat pembuatnya
Pilihlah barang jangan berdasarkan merek atau negara mana pembuat barang tersebut. Tapi, pilihlah barang yang memang betul-betul kita sukai dan barang itu terlihat awet. Jadi, kalau misalnya ada sepatu bermerek Z, walaupun kurang terkenal, tidak ada salahnya kita membeli sepatu itu kalau memang model, ukuran, motif maupun warnanya sesuai dengan diri kita.  Apalagi kalau sepatu itu terlihat kuat dan awet.

Oh ya, saat ini di pasaran banyak, lho, sepatu atau barang apa pun yang terkesan buatan luar negeri. Padahal, sebetulnya barang itu buatan dalam negeri. Istilahnya sekarang, barang "KW". Makanya, jangan sampai kita tergoda membeli barang gara-gara mereknya berbau asing. Barang merek dalam negeri nggak kalah bagus, kok, dengan barang merek luar negeri.

Cek dulu harganya
Ketika hendak memilih merek suatu barang, cek dulu, deh, harganya. Apakah termasuk mahal, sedang, atau murah. Sesuaikan harga tersebut dengan isi dompet kita. Kalau kita sedang memiliki banyak uang, kita bisa memilih merek terkenal yang harganya tentu juga mahal. Tapi, kalau kebutuhan kita juga banyak, dan nggak mungkin menghabiskan uang hanya untuk satu barang, kita bisa memilih merek yang harganya sedang atau bahkan murah tapi bermutu. Jadi, pilihannya adalah dengan jumlah uang yang sama mendapat satu barang (mahal) atau banyak barang (yang sedang atau murah).

Perhatikan jumlahnya
Kita juga mesti tahu, apakah merek barang yang hendak kita pilih termasuk terkenal dan sering mengeluarkan produk sejenis dengan jumlah banyak (unlimited item ) atau sedikit (limited item ). Kalau kita senang memakai barang yang eksklusif, langka, atau tidak pasaran, kita bisa memilih merek barang yang limited item . Namun, kalau bagi kita tidak menjadi masalah barang tersebut banyak yang memakai alias pasaran, kita pilih yang unlimited item juga nggak apa-apa. Ingat, barang yang limited item pasti harganya jauh lebih mahal ketimbang barang yang unlimited item.

(girls.kidnesia.com)